Menjadi driver Shopee Food bagi saya bukan sekadar pekerjaan mengantar pesanan, tetapi sebuah pengalaman hidup yang penuh cerita. Saya masih ingat jelas momen pertama mengenakan jaket oranye, dengan aroma knalpot bercampur wangi masakan dari restoran yang saya datangi. Saat itu saya sadar, pekerjaan ini akan membawa saya berhadapan langsung dengan dinamika jalanan Semarang yang ramai, tak terduga, dan penuh tantangan setiap harinya.
Suka duka sudah menjadi bagian dari rutinitas. Macet di jam makan siang, hujan deras saat pesanan sedang ramai, hingga alamat pelanggan yang sulit ditemukan adalah tantangan yang hampir selalu ada. Namun di balik itu semua, ada seni tersendiri dalam mengatur waktu, memilih jam sibuk, dan membaca situasi agar tetap produktif. Setiap notifikasi pesanan terasa seperti peluang baru untuk menambah pemasukan sekaligus mengasah kesabaran.
Yang membuat pengalaman ini unik adalah interaksi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang. Bertemu pelanggan yang ramah, penjual yang penuh canda, hingga sesama driver yang saling menyemangati di pinggir jalan memberikan warna tersendiri dalam keseharian. Dari sini saya belajar bahwa pekerjaan ini bukan hanya soal aplikasi dan pesanan, tetapi juga soal relasi manusia dan empati.
Pada akhirnya, menjadi driver Shopee Food mengajarkan saya arti kerja keras dan konsistensi. Meski melelahkan secara fisik, ada kepuasan tersendiri ketika pesanan sampai dengan baik dan pelanggan merasa puas. Bagi saya, jalanan bukan sekadar lintasan, melainkan ruang belajar tentang kehidupan, ketekunan, dan cara bertahan di tengah kerasnya realitas sehari-hari.